Ramuan Madura Untuk Perawatan Miss-V atau Vagina

Berikut ini beberapa ramuan Madura yang diperuntukkan sebagai perawatan miss v atau organ kewanitaan, antara lain :

Ramuan Madura Empot-Empot

Ramuan Madura empot-empot merupakan salah satu jamu Madura yang terkenal dan memang khusus untuk wanita dalam menjaga dan merawat organ intimnya atau vagina. Jamu Madura empot-empot ini berkhasiat membantu memperkuat otot-otot kewanitaan (miss-V) sehingga menghasilkan denyut-denyut menakjubkan di organ kewanitaan saat melakukan hubungan suami istri.

Ramuan madura ini bisa dipakai oleh remaja putri ataupun ibu ibu, dan lebih cocok dipakai oleh ibu pasca melahirkan, yang mengalami keluhan kalau miss-V nya terasa longgar dan tidak menggigit ketika melakukan hubungan suami istri.

Mengenai khasiat ramuan madura empot-empot, harga ramuan madura empot-empotan dan cara pemesanan, klik DISINI

ramuan madura empot-empot                                      

Ramuan Madura Sari Rapet

Bukan hanya ukuran Mr Happy saja yang menjadi masalah ketika berhubungan suami istri. Namun, kelonggaran Miss-V juga perlu diperhatikan agar sebuah hubungan suami istri menjadi lebih nikmat. Untuk itu, ramuan madura sari rapet adalah solusi agar miss-v seorang wanita kembali rapet dan sesak, apalagi pasca melahirkan.

Mengenai khasiat ramuan madura sari rapet, harga ramuan madura sari rapet dan cara pemesanan, klik DISINI

ramuan madura sari rapet

Ramuan Madura Untuk Keputihan

Keputihan hampir menjadi masalah umum buat wanita. 85% wanita Indonesia mengalami masalah ini. Dan tentunya, keputihan ini menjadi penyebab kecemasan karena menyangkut kesehatan organ intim.

Sebenarnya jika keputihan yang Anda alami berwarna kuning terang atau bening dan biasanya menempel pada pakaian dalam, berupa lendir yang dapat encer atau kental tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan gatal, perih, nyeri dan jumlahnya tidak terlalu banyak maka Anda tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut. Keputihan Anda termasuk wajar.

Keputihan yang tidak normal dapat disebabkan oleh berbagai macam infeksi, mulai dari infeksi bakteri, parasit, atau jamur.

Anda perlu merasa khawatir dan segera mengunjungi dokter jika menemukan keputihan Anda mengalami ciri-ciri seperti di bawah ini (dikutip dari klikdokter.com) :

  • Keputihan yang disebabkan infeksi Jamur (Kandidosis vulvovaginalis)

Keputihan berwarna putih kekuningan berupa gumpalan-gumpalan seperti kepala susu. Terasa sangat gatal, panas dan menyebabkan nyeri setelah berkemih dan nyeri saat berhubungan seksual.

  • Keputihan yang disebabkan infeksi Parasit (Trikomoniasis)

Keputihan berwarna kuning kehijauan, bentuknya kental, berbau tidak enak dan berbusa. Keluhan lain yang dapat menyertai adalah adanya rasa nyeri saat berhubungan seksual, perdarahan setelah berhubungan seksual dan perdarahan di luar siklus menstruasi.

  • Keputihan yang disebabkan infeksi bakteri (Bakterial vaginosis)

Keputihan berwarna keabu-abuan, bentuknya agak encer, berbau amis dan jarang berbusa. Bau amis lebih menusuk setelah berhubungan seksual dan menyebabkan darah menstruasi berbau tidak normal. Keluhan lain yang dapat menyertai adalah rasa gatal dan terbakar pada daerah kemaluan.

  • Pertanda Kanker

Keputihan berwarna kecoklatan, terdapat bercak darah dan berbau busuk. Keputihan dapat berlangsung dalam waktu lama, tidak respon terhadap pengobatan apapun dan dapat disertai rasa nyeri saat berhubungan seksual.

  • Vaginitis karena Alergi/Iritasi Bahan Kimia (krim, cairan, bahan semprot, wewangian)

Keputihan akan menjadi lebih banyak, berwarna kuning keputihan, dapat encer atau kental. Keluhan yang dapat menyertai adalah rasa gatal, terbakar, nyeri dan kemerahan pada daerah kemaluan.

Jadi, waspadai keputihan sedini mungkin, karena kewaspadaan anda adalah hal penting dalam menjaga organ intim. Disamping mengkonsumsi ramuan madura untuk keputihan, sebagai bentuk tindakan awal mengatasi keputihan, anda juga harus berkonsultasi ke dokter jika keputihan anda tidak sembuh-sembuh, apalagi keputihan anda mencurigakan dan lain daripada biasanya.